IGI wilayah Maluku terus dukung peningkatan mutu dengan datangi kabupaten kota gandeng pemda berkolaborasi naikan kualitas literasi digital Guru Maluku.
Menyikapi rendahnya mutu guru Maluku versi hasil UKG (Ujian Kompetensi Guru) Ikatan Guru Indonesia wilayah Maluku bergerak mandiri terjun langsung mengajak guru Maluku untuk benahi kualitas mereka.
Program perbaikan mutu guru yang fokus benahi mutu guru ini adalah bagian utama dari program IGI secara nasional. Peningkatan mutu guru Maluku juga menjadi program unggulan dari IGI Maluku sejak di deklarasikan di LPMP Maluku 30 April 2016 yang saat itu dihadiri kepala LPMP Maluku, perwakilan Dirjen GTK Kemendikbud, Kanwil Kemenag Maluku, dan stakeholder pendidikan di Maluku.
Penggerak IGI Maluku terdiri dari guru-guru berprestasi hingga tingkat Nasional, mereka berdedikasi tinggi dan rela membagi pengetahuan, materi bahkan waktu mereka untuk kepentingan majunya pendidikan di Maluku.
Sebagian besar guru penggerak IGI adalah aktivis pendidikan, motivator, dan guru saudagar yang rela fokus dan konsisten hingga kini benahi mutu guru Maluku.
IGI komitmen mengambil bagian yang fokus pada peningkatan mutu guru karena tanggung jawab mutu guru tidak saja pada pemda dan LPMP sebagai kepanjangan tangan pempus di provinsi, tapi aksi kolaborasi berbagai pihak termasuk organisasi guru. Selama ini organisasi guru belum diberikan tempat dan porsi yang memadai untuk ikut dalam pembinaan kompetensi profesi guru. olehnya kehadiran IGI Maluku adalah jawaban dari problem ini.
Walaupun faktanya kehadiran IGI Maluku sebagai organisasi guru yang mandiri masih dianggap remeh, sebab belum banyak yang tersentuh dengan program-program unggulan IGI selama ini. Atau dalam kasus tertentu IGI dianggap kompetitor baru organisasi guru lain yang dibatasi ruang geraknya, padahal selain IGI ada lebih dari 13 Organisasi Guru yang saat ini sering berkolaborasi dengan kemendikbud benahi pendidikan di pusat hingga daerah.
Seiring waktu keanggotaan IGI Maluku membutuhkan para guru pelatih (coach) yang harus lulus dari berbagai pelatihan mandiri, yang di awal tebentuknya IGI hanya beberapa guru saja dan bisa dihitung jari, sehingga untk menjangkau 11 kabupaten kota di Maluku butuh waktu dan pelatih guru.
Hingga akhir 2019 hanya 9 kabupaten kota yang bisa disentuh karena bisa dijangkau yakni, kota Ambon dan Tual, Kab. Buru dan Buru Selatan, kab. SBB, Maluku Tengah dan kab. SBT (Seram Bagian Timur) terakhir Maluku Tenggara.
Beberapa daerah yang belum tersentuh IGI secara formal kepengurusannya adalah semisal kab. Kepulauan Kepulauan Tanimbar (MTB), kab. Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya. Meski demikian para guru yang sudah bergabung dan mengetahui tentang program-program IGI juga banyak.
Menyikapi hal ini PP IGI Pusat kemudian meresmikan 67 (saat ini 100 lebih). Kanal resmi pelatihan guru dengan berbagai kompetensi literasi digital yang menguasai dunia pembelajaran dengan masing-masing keilmuan, dan agar lebih fokus lagi. PP IGI Pusat memvalidasi pembentukan IGMP (Ikatan Guru Mata Pelajaran) agar fokus pada masing-masing bidang studi.
Sayangnya berbagai terobosan itu tidak juga mampu menjangkau pelatihan guru-guru Maluku dengan 11 Kabupaten kota yang secara geografis wilayah terpisah laut dan daratan.
Berbagai workshop dan pelatihan IGI Maluku tetap berjalan, sayangnya karena tidak bergantung pada APBD dan APBN, dan hanya pada CSR, jangkauan mengajak guru Maluku bergabung dalam IGI seperti biasa selalu mendapat rintangan. Namun program ajak-ajak guru ke anggota IGI Maluku sejak 2016 hingga 2019 hanya menjangkau 1500 anggota aktif se Maluku dan mampu melatih lebih 5000 guru umum dan 100 Guru IGI yang aktif dalam pelatihan mandiri IGI, baik tatap muka (luring) dan kelas maya (daring).
Beberapa kanal pelatihan guru IGI Maluku yang banyak peminatnya seperti kelas maya berupa daring adalah chanel Maluku Belajar via sharegram dan video
Konferensi (vicon) selain berbagai kanal pelatihan IGI Nasional yang 24 jam aktif layaknya IOT (Internet of Things) dan siap melatih mandiri para guru kapan saja dan di mana saja selama terhubung internet, semisal kanal SAGUSANOV (satu guru satu inovasi) dan SADAR (seminar dalam jaringan) dan lainya.
Tidak ada orang lain yang akan merubah nasib guru Maluku tentunya selain guru-guru Maluku itu sendiri tentunya. Motivasi ini yang terus tumbuh dalam kepengurusan IGI Maluku sehinga sangat penting melahirkan kanal pelatihan lokal Maluku bercirikan produk panganan lokal maka lahirlah kanal pelatihan di antaranya. Sagutumang (satu guru satu pembelajaran android yang menyenangkan), Sagumanta (Satu Guru media pembelajaran interkatif), Sagulakar (satu guru terampil pembelajaran pendidikan karakter) dan sagupapeda ( satu guru mahir pengembangan pembelajaran dan penilaian).
Ke depan kanal-kanal pelatihan lokal IGI Maluku ini akan diformalkan dengan melangsungkan rekrutmen pelatih guru lokal yang bisa menyiapkan dokumentasi dan SOP termasuk merekrut pelatih-pelatih gurunya.
Ambon 5 Maret 2020
IGI Maluku

3 Komentar
Upaya yg luar biasa mulia, sy pribadi sangat tertarik dan ingin bergabung, cuman ada saja halangn, mohon supportnya pak.
BalasHapusAyo pak, coba lagi. Pasti bisa
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus