Belajar dari IGI Maluku di Masa Covid19



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera buat kita semua,

Utamanya para guru hebat di bumi raja-raja, Maluku tercinta.

Yang saya hormati dan banggakan para guru, pendidik, dosen, pengajar, para pegiat pendidikan, para aktivis pendidikan, organisasi guru, para guru penggerak, dan penggerak guru di seluruh Indonesia khususnya di Maluku.

Kita pahami bersama bahwa akhir-akhir ini negara dan negeri kita sedang mengalami masa-masa sulit, aktivitas pendidikan di seluruh Indonesia Berhenti sejenak mewabahnya virus corona jenis baru yakni covid19, sehingga sebahagian daerah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar, pembatasan transportasi udara, darat dan laut, semata untuk membatasi penyebaran virus wuhan yang beresiko tinggi, termasuk di Maluku.

Proses pembelajaran tatap muka yang seharusnya berjalan normal kini sudah berhenti total sejak 6 pekan lalu yang artinya satu bulan lebih para guru dilarang untuk berinteraksi langsung dengan para siswanya untuk menjaga agar penyebaran wabah mematikan ini tidak meluas.

Ini pilihan dilematis bagi seluruh warga belajar utamanya di Maluku, termasuk guru dan siswa,  bahkan di seluruh Indonesia dan dunia, karena tidak ada yang siap dengan mengubah gaya belajar di tengah penyebaran virus covid19 yang semakin menggila, karena sebagian besar mereka berharap bahwa di tengah harapan Maluku untuk kembali menata pendidikan yang lebih baik setelah sempat recovery sesaat akibat  bencana gempa di berbagai tempat di Maluku sejak November 2019, tepatnya akhir tahun lalu. 

Sebuah fakta mengejutkan bahwa Jika proses belajar dan pengajaran diliburkan secara formal di lembaga pendidkan dan sekolah tetapi tidak bagi para guru yang tergabung dalam organisasi guru penggerak seperti IGI. Ikatan Guru Indonesia Maluku yang tahun ini berusia 5 tahun di Maluku sejak dideklarasikan di LPMP Maluku 30 April 2015 dan 1 Mei 2015 di gedung Mae Oku Masohi.

Kehadiran Ikatan Guru Indonesia (IGI) provinsi Maluku telah memberi warna tersendiri sebagai organiasasi yang benar-benar menggerakkan dan memotivasi para guru di wilayah Maluku untuk tidak diam dan terus mengkonsolidasikan serta mengkampanyekan secara mandiri metodologi pembelajaran abad 21  dengan membangun komunikasi terstruktur, kolaborasi apik hingga mengusung segudang kreativitas pemecahan masalah (problem solving) dari keterisoliran dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid19 atau masa isolasi dan karantina.  

Jika para medis dan tim tanggap bencana bersama pemerintah daerah melaksanakan protap dan standar protokol kesehatan dan menyiapkan infrastruktur dalam hal pelayanan kesehatan,  guna mencegah merebaknya virus covid 19, secara mandiri juga tim Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku melalui berbagai Program Peningkatan Kompetensi Guru (P2KG), melanjutkan program-progam peningkatan kompetensi guru secara mandiri.

Terbukti di masa awal-awal penyebaran covid 19, di Maluku, Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Maluku berhasil menginisiasi berbagai pelatihan kompetensi guru secara mandiri melalui kegiatan dalam jaringan (daring) dan disiarkan secara live melalui channel TV Digital IGI Maluku (D TV). Siaran digital inipun menjangkau hampir semua kabupaten kota di Maluku bahkan se Indonesia hingga menarik perhatian para pengampu kebijakan di kabupaten dan kota untuk ikut nimbrung dan menggerakan para guru terbaiknya untuk ikut berkolaborasi pada acara seminar dalam jaringan yang dibranding dengan nama Selingan.

Berbagai tips serta strategi pembelajaran di masa-masa covid19 yang disajikan pelatih guru IGI telah menjadi solusi kepada kawan guru lainnya di berbagai lembaga pendidikan, hingga mereka yang awalnya tidak siap dan kebanyakan gagap dengan konsep pembelajaran daring kini perlahan mulai ditiru dan diterapkan di masing-masing sekolah.

Selama diterapkannya libur panjangpun para guru IGI yang tergabung dalam tim P2KG dan tim produksi siaran channel Digital TV IGI Maluku terus memberikan panduan dan strategi pembelajaran hingga bagaimana melakukan evaluasi pembelajaran terbaik secara daring kepada para guru sebagai referensi dan rujukan bagi setiap guru untuk melakukan hal yang sama kepada siswa di sekolah mereka masing-masing.

Seminar Dalam Jaringan  (Salingan) inipun dihadiri beberapa pemangku kepentingan pendidikan di provinsi Maluku, seperti Kehadrian Bapak Husen, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan provinsi Maluku dan bapak Dr. Asrif, M.Hum, Kepala Kantor Bahasa Maluku, dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan di kabupaten kota di antaranya Dinas Pendidikan Kota Ambon Dinas Pendidikan Kota Tual, dinas pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat Kabupaten Seram Bagian Timur,  dan Kabupaten Buru, yang terlibat langsung bahkan mendukung berbagai inovasi dan giat IGI Maluku dalam setiap seminarnya.

Terhitung 23 kali pelaksanaan seminar dalam jaringan melibatkan lebih dari 1000 guru Maluku yang menjadi peserta karena siaran ini juga ditayangkan secara langsung melalui channel youtube dan sosial media, selebihnya referensi dan hasil seminar masih terus diputar ulang dan sangat bermanfaat bagi ribuan guru di Maluku bahkan di Indonesia, karena para peserta yang hadir juga bukan saja dari Maluku tetapi mereka di luar Maluku yang kerap memantau dan hadir menjadi peserta dalam setiap pelatihan dalam jaringan.

Peran tugas dan tanggung jawab ini kami ambil semata-mata ingin membantu pemerintah daerah dan ingin mengambil peran langsung sebagai organisasi penggerak, dalam berbagai program peningkatan kompetensi guru di wilayah Maluku. Tugas kedua adalah memfasilitasi para guru yang mencari solusi terbaik sebagai alternatif pembelajaran daring agar tetap terhubung dengan peserta didik di masa-masa isolasi dan karantina. Dan tugas ketiga adalah panggilan pengabdian guru pelatih IGI Maluku secara sukarela membimbing para guru lainnya untuk memecahkan masalah pembatasan ruang antara guru dan siswa di saat masa-masa isolasi. 

Kenapa hanya guru, karena bagi kami IGI Maluku gurulah yang akan ada digaris terdepan untuk mendidik dan menginspirasi serta akan merubah kualitas dan perilaku peserta didik. Kami lebih memilih melatih 1000 guru dibandingkan melatih 100 siswa, karena satu guru berkualitas akan melahirkan ratusan bahkan ribuan siswa berkualitas.

Tentu hal ini tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan karena berkaitan dengan program anggaran dan pelaksanaan yang tentu tidak terbiasa menjalani program-programnya termasuk di saat-saat bencana kemanusiaan terjadi seperti saat ini.

IGI hadir memberikan solusi di tengah kebingungan para guru mencari format bagaimana melakukan pembelajaran dan penilaian termasuk pendampingan kepada peserta didik jarak jauh atau dalam jaringan (daring) apalagi di tengah masa pembatasan berskala besar seperti saat ini. Dan IGI sudah membuktikan hanya dalam tempo 30 hari sejak ditetapkannya libur IGI Maluku sudah melatih 1000 guru potensial sebagai guru penggerak yang siap mengawal dan menebarkan manfaat sebagai guru penggerak dalam jaringan di seluruh Maluku, tanpa pendanaan dan tanpa biaya apapun.

Semua pelatihan yang kami jalankan selama masa pendemi ini adalah gratis dan tidak berbayar, dan program pelatihan dan peningkatan mutu guru ini hanya fokus kepada guru atau pendidik,
karena bagi IGI Maluku tanpa didanai pun IGI mampu melatih bahkan menjangkau kabupaten kota di Maluku, tanpa harus menanti donasi, sumbangan, atau anggaran ataupun yuran, karena guru IGI pantang mengemis dan meminta-minta sumbangan apalagi yuran.

Langkah ini tidak akan mampu dilakukan oleh pemerintah daerah bahkan kementrian sekalipun dan semua ini sudah IGI Maluku lakukan, tanpa meminta proposal tanpa meminta anggaran dan pembiayaan APBD bahkan tanpa yuran anggota. Kami membuktikan dan membalikkan persepsi kebanyakan pihak bahwa organisasi besar, akan berkembang dan besar dari seberapa besar anggaran dan biaya yang dikeluarkan.

Dengan tidak memerlukan biaya APBD dan APBN kami bisa menjangkau 8 Kabupaten kota dari tatal 11 Kabupaten kota yang ada, di Maluku yakni kota Ambon dan Tual, SBB, Malteng, SBT, Buru dan Buru Selatan, Maluku Tenggara. data tim Pelatih IGI  telah mendata lebih dari 4000 guru se Maluku selama 5 tahun terakhir, yang dijangkau dalam pelatihan IGI. Saat ini jumlah anggota Aktif IGI ber KTA sebanyak 1300 guru dari 11 Kabupaten kota yang terlibat aktif dalam pprogram peningkatan mutu guru, di antaranya telah diinisiasi IGI untuk menjadi trainer, pelatih guru hingga mengawal pengembangan kompetensi mereka menjadi guru-guru berprestasi hingga ke pentas kompetisi nasional, sekali lagi tanpa biaya dan yuran anggota.

Lantas darimana IGI Maluku membiayai program-programnya? kami bermitra dengan banyak kalangan, di antaranya dengan pemda dan CSR (Coorporate Social Resposibility) yang menitipkan program-program pemberdayaan sosial dan kemasyarakatan, sehinga dengan program itulah IGI bisa menjagkau guru-guru di berbagai wilayah, tanpa bantuan pemerintah daerah. Pendanaan lain adalah dari kemitraan dengan berbagai koorporat Nasional yang berdonasi sukarela di komunitas guru yang kini ribuan untuk mengenalkan produk, tester, dan rivieuw program sehingga bisa dikenal masyarakat luas. dengan begini IGI Maluku mandiri dan tidak terikat dengan kepentingan manapun sehingga perjuangan IGI untuk fokus mendidik dan melatih guru selama beraktivitas di luar tugas utama profesinya berjalan maksimal.

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini bertepatan dengan momentum hari Pendidikan Nasional di bawah sorotan tema ‘Belajar dari Covid19’ saya Ode Abdurrachman sebagai ketua IGI wilayah Maluku, dan Nathalia J. Yohannes, Sekretaris IGI Maluku, ingin meyakinkan kembali kepada pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Maluku dan para kepala daerah para bupati dan walikota hingga kepada pemerintah pusat, bahwa kami Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku, layak bermitra dan berkolaborasi bersama pemerintah daerah untuk terus mengawal berbagai program peningkatan kompetensi guru Maluku. 

Jika yang lain pemda sedang sibuk mengurus protokol kesehatan di tengah ancaman wabah corona, maka biarkan pelatih dan trainer guru IGI Maluku fokus pada program peningkatan kompetensi guru selama masa pandemi covid19.

Wassalamualaykum warahmatullahi wabaraktuh,
Salam sejahtera buat kita semua.

Ambon, 2 Mei 2020

Ode Abdurrachman

Ketua IGI Maluku

0 Komentar