Berbagi dan Mengabdi di Akademi Gradasi




Alhamdulillah, mendapat amanah dan tanggungjawab baru sebagai direktur akademi Gradasi pusat, sebuah lembaga yang konsen pada pendidikan latihan masyarakat generasi digital Indonesia yang berpusat di Jogjakarta. Gradasi adalah induk organisasi dan konsen kepada beberapa program pemberdayaan dan pembinaan Lembaga Kursus dan Pelatihan.

Di masa-masa awal tugas dan tanggungjawab ini ditawarkan untuk menjadi koordinator Gradasi Provinsi Maluku dengan program utama mengembangkan kampung digital yang akan hadir di kota Ambon dan beberapa kabupaten di Maluku. Mungkin karena bidang garapannya mirip gerakan IGI yang telah lebih awal kami rintis, maka di awal-awal berfikir bahwa tidak apalah karena membaca visi misi Gradasi lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat digital secara luas khususnya generasi muda untuk terjun dan terlibat aktif dalam industri digital.

Namun seiring waktu berjalan, aktivitas di sela-sela masa pandemi global covid19, ketika tidak banyak akses dan layanan pelatihan berjalan karena terhalang protokol kesehatan, maka ide sang ketua Umum Bang Oni, terus 'mengkompori' untuk membuka bidang baru di bidang pelatihan yang kemudian dibranding dengan sebutan Akademi Gradasi.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, termasuk Heri Safrizal, Aljunayd Muhammad, dan Kang Ben, orang berdiri, sepatu dan dalam ruangan

Tentu ide ini tidak muncul dengan sendiri, ada tim khusus yang menggodoknya, terutama, Ketua Umum dan Timsusnya. Dari berbagai diskusi daring yang super cepat, tercetuslah Akademi Gradasi yang saat ini berjalan dengan berbagai aktivitasnya. Setelah berbagi tugas kepada yang lain, saya ditunjuk langsung menjadi direktur Pelatihan Akademi Gradasi yang fokus mengontrol manajemen pelatihan hingga harus mencetak para pelatih instruktur atau guru pelatih yang akan terlibat dalam berbagai pelatihan pengetahuan digital ke seluruh Indonesia.    

Malah tugas berikutnya bukan sebagai direktur saja, tetapi kehadiran direktur akademi gradasi kini terlibat langsung sebagai trainer pusat Gradasi yang bertugas sharing materi sekaligus mengabdi pada akademi gradasi yang saat ini sedang membina ribuan peserta dari berbagai Lembaga Pelatihan dan Kursus se Indonesia dari Suamtera hingga Papua.

Kini hampir setiap hari hadir secara daring membina berbagai lembaga pelatihan dan kursus untuk menyamakan persepsi tentang industri digital dan pengembangannya sesuai kebutuhan zaman terlebih lagi karena belum banyak LKP yang paham bagaimana harus beralih dari pelatihan luring (luar jaringan) kepada pelatihan digital secara daring (dalam jaringan).


Sebagai pelatih guru di IGI juga sebenarnya tidak menjadi soal ketika ada dalam situasi kepelatihanan di akademi gradasi, namun pengalaman melatih guru tentu berbeda dengan melatih berbagai orang yang datang dari berbagai disiplin ilmu dan praktik yang berbeda-beda di bidang kursus dan pelatihan, namun dengan kesabaran keilmuwan yang selama ini ada dalam bidang literasi digital, aktivitas pelatihan selama ini berjalan maksimal.  

Bahkan dalam satu sesi acara pelatihan daring yagn dibuka langsung oleh Kang Dedi Yusuf sebagai pembina salah satu forum LKP, dengan total kehadiran 700 an peserta dalam forum yang ramai pun masih bisa dihandel dengan maksimal, meski dalam beberapa pertemua jaringan data yang terbatas karena akses internet yang tidak berjalan pada server yang maksimal. Maklum Maluku beda dengan Jawa perlakuan zonasi internetnya.  Dan di situ juga saya baru tau kalau Kang Dedi adalah wakil ketua Komisi X DPR RI yang konsen membina industri jasa Lembaga Pelatihan dan Kursus (LKP). 

Setidaknya hingga kini, akademi gradasi telah melahirkan ribuan peserta Diklat dari berbagai pelatihan daring baik dari kerjasama beberapa forum dan himpunan juga kelas daring yang dilaksakanan mandiri oleh akademi gradasi dan terlebih lagi langsung dilatih oleh direkturnya, tentu ada tim yang cukup solid membantu  terutama mas Kholis Pribadi dari Sumatra. dan tim Ketua Umum Gradasi yang bergerak di belakang layar.

Karena kebutuhan akan pelatih dan instruktur dalam akademi gradasi, maka dalam beberapa waktu ke depan akan dimunculkan program TOT (Teacher of Trainer) atau guru pelatih, untuk membantu gradasi memunculkan pelatih-pelatih tersertifikasi oleh akdemi gradasi yang siap berkolaborasi dan melatih para instrutur lainnya di berbagai Lembaga Pelatihan dan Kurusus se Indonesia.

Mungkin Anda yang kami cari untuk instrutur  akdemi gradasi berikutnya ?
   

Ambon, 22 April 2020

PakOde

Akademi Gradasi




0 Komentar