Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia gelar seminar nasional Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan Merdeka Belajar.
..........
Tulisan ini sebagai laporan publik yang juga disampaikan pada laporan ketua IGI Maluku di hadapan Gubernur Maluku yang diwakili Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, Dr. Ingsun Sangadji, M.Si. yang ditulis lagi dengan gaya penulisan blogger.
.........
Ikatan Guru Indonesia, (IGI) Maluku, sukses menggelar Seminar Nasional sosialisasi empat pilar dan merdeka belajar yang diselenggarakan pada, Selasa 18 Pebruari 2020 lalu, di kampus PGSD Unpatti Ambon.
Hadir sebagai pembicara adalah anggota badan sosialisasi MPR RI sekaligus anggota DPR RI komisi VII fraksi PKS dapil Maluku, Ibu Saadiah Uluputty, ST. dan Ibu Dra. Hj. Latifhah Sohib sebagai anggota komisi X DPR RI fraksi PKB Dapil Jawa Timur.
..........
Acara sosialisasi empat pilar kebangsaan ini terselenggara atas kerjasama Ikatan Guru Indonesia wilayah Maluku dan Badan Sosialisasi Majelis Permusawaratan rakyat MPR RI dan didukung oleh fakultas keguruan dan Ilmu pendidikan khususnya program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Peserta yang hadir dalam acara ini mayoritas anggota IGI Maluku, para dosen, organisasi profesi guru, perwakilan dinas pendidikan kota Ambon dan tokoh pemuda.
Acara ini dibuka langsung oleh gubernur Maluku yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Dr. Ingsun Sangadji, M.Si.
Dalam sambutan Gubernur Maluku yang yang dibacakan oleh Kadis pendidikan Provinsi Maluku menyambut baik acara sosialisasi 4 pilar ini, karena selain menambah pengetahuan bagi guru juga memupuk nasionalisme kebangsaan memperkuat ideologi di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.
Beliau juga mengapresiasi langkah IGI Maluku yang mengambil inisiatif berkolaborasi dengan MPR RI mengelar acara ini dengan harapan baik bahwa ke depan akan disusun langkah strategis untuk terus meningkatkan mutu profesionalisme para guru dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama IGI, namun langkah-langkah ini masih harus terus didiskusikan dulu secara internal sehingga bisa diatur bagaimana kolaborasi ini bisa maksimal ke depan.
Semoga kiprah IGI Maluku bisa menjadi motor penggerak yang mampu memfasilitasi guru memaksimalkan kompetensi profesional kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian.
Dalam Lapran Singkat ketua IGI Maluku memaparkan gerakan dan geliat IGI Maluku
yang bekerja maksimal dengan menggelar berbagai kegiatan Diklat, workshop, dan Seminar bagi para guru dan pengajar, lebih khusus lagi kepada anggotanya.
Berbagai kegiatan yang digelar selalu fokus pada peningkatan mutu Guru. Selain berkeliling daerah kabupaten dan kota di Maluku secara mandiri untuk memfasilitasi para guru sebagai pendidik sekaligus pengajar dalam mengembangkan profesinya. IGI fokus pada meningkatkan mutu karir di bidang pendidikan di provinsi Maluku, utamanya melahirkan berbagai inovasi teknologi pembelajaran dan memfasilitasi para guru secara mandiri.
Dalam kesempatan yang sama, laporan ketua IGI Maluku juga menyebutkan bahwa sejak 4 tahun terakhir Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Maluku telah melatih 4.000 guru di seluruh Maluku bergerak secara mandiri dari kabupaten hingga kota yang difasilitasi oleh berbagai kemitraan dan didanai sendiri oleh anggota dan peserta sehingga tidak pernah tergantung dengan pendanaan APBN dan APBD.
Temuan fakta di lapangan bahwa para guru ini haus akan sentuhan pelatihan bermutu dan jarang disentuh langsung oleh pemda sehingga mereka rela meski harus meluangkan waktu dan tenaga serta biaya mandiri untuk hadir di pelatihan-pelatihan IGI yang spektakuler.
Karena seiring perkembangan zaman di era digital juga telah merubah paradigma dan metodologi pembelajaran utamanya teknologi pendidikan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan untuk memfasilitasi dan bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan di daerah.
Sayangnya berbagai pelatihan kebanyakan hanya berjalan pada tataran teoritis, bahkan temuan lain hanya kepada orang-orang tertentu saja dan tidak pernah direevaluasi, sementara banyak guru butuh dilatih langsung.
Berikutnya bahwa pelatihan peningkatan mutu selama ini hanya berbasis proyek dan tidak berbasis produk, tidak terkawal dengan baik dan tidak dipandu hingga menghasilkan apa yang diharapkan. Apalagi jarang pelatihan guru sampai kepada workshop terbimbing atau praktik langsung, sehingga dari tahun ke tahun kualitas dan kompetensi pendidikan di Maluku selalu berada di urutan terbawah.
Tugas dan tanggung jawab membenahi pendidikan sejatinya tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah atau dinas pendidikan semata tetapi menjadi salah satu domain yang harus diurus juga oleh organisasi profesi guru, terutama tanggung organisasi guru pada peningkatan mutu dan karir guru.
Olehnya itu ikatan guru Indonesia provinsi Maluku dengan berbagai kepengurusan kabupaten kota di Maluku merasa terpanggil untuk bahu membahu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait bergerak untuk mendongkrak kualitas pendidikan di Maluku secara mandiri khususnya pada kompetensi profesional guru.
Bapak Gubernur dan para hadirin yang kami hormati yang diwakili ibu Kadis Pendidikan yang kami banggakan.
Perlu kami laporkan bahwa IGI secara mandiri telah mampu bekerjasama dengan berbagai mitra untuk meningkatkan kualitas mutu guru di Maluku Sebab bagi kami yang harus lebih dibenahi dahulu adalah guru, jika guru, berkualitas dan berprestasi maka siswa akan lebih berkualitas dan lebih berprestasi.
Lebih awal kami sudah membuka ruang kerjasama dengan asosiasi Kementerian Pendidikan se-asia Tenggara, Seamolec yang berkedudukan di Bangkok sekretariat Jakarta. Secara mandiri juga kami berhasil mendatangkan beberapa pelatih mereka di kota Ambon dan Masohi, Maluku Tengah untuk melatih para guru di Maluku sejak September 2016, dengan tema Digital Class dan hingga kini kami terus membangun kemitraan serius agar terus di jalur pelatihannya yang terhubung dengan IGI Pusat melalui metode daring.
Kami telah bekerjasama dengan para pengajar Microsoft sebagai pelopor teknologi Software menggelar pelatihan Paperless School atau Sekolah Tanpa Kertas dengan mendatangkan pelatih di dua kota sekaligus yakni Ambon dan Masohi, Maluku Tengah, guna mencari jalan terbaik memperbaiki presepsi teknologi belajar yang selama ini berlangsung dunia pendidikan Maluku.
Kami bermitra dengan Lembaga antiruswah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menggelar workshop pembelajaran Integritas dan mendatangkan pelatih dari direktorat Tindak Pencegahan KPK untuk menggelar berbagai pelatihan Pendidikan Integritas dan berhasil mendelegasikan Dua Kader IGI Maluku yang ada di Lembaga Intelektual Maluku masuk dan lulus sebagai Tenaga Penyuluh Pratama KPK, yang terus mengakmpanyekan Pencegahan dini korupsi di berbagai lembaga termasuk pendidikan.
Selain itu IGI Maluku berhasil memfasilitasi ratusan guru dalam diklat mutu guru berciri khas kedaerahan semisal saja pada kanal yang kami branding dengan sebutan nama Sagutumang atau Satu Guru Mahir pembelajaran Android yang menyenangkan, Sagulakar, Satu Guru Mahir Pembelajaran Pendidikan karakter atau Sagupapeda Satu Guru Satu Penilaian Pembelajaran dan lain sebagainya.
Selama 2 tahun terakhir IGI Maluku dipercaya oleh dinas pendidikan Kota Ambon untuk meningkatkan mutu guru di bidang literasi digital kepada lebih dari 200 guru dan perubahannya cukup signifikan bahwa guru kota Ambon sudah mulai terlihat kemampuan penguasaan literasi digital dan sudah mulai diterapkan kepada siswa. Beberapa sekolah di kota Ambon menjadi mitra binaan IGI untuk mendongkrak kurikulum mulok ke arah literasi berbasis digital dan berhasil menjadi sekolah model.
Branding seperti ini semata-mata adalah inovasi tersendiri agar mudah dikenal dan melekat pada pikiran para guru Maluku untuk terus memacu kreativitas dan inovasinya sehingga berpengaruh kepada model metode dan metrologi pembelajaran di dalam kelas dengan tetap mempertahankan identitas budaya dan karakter lokal.
Selain Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Dinas Pendididikan Kota Ambon IGI Maluku dipercaya untuk berkolaborasi dengan dinas Pendidkan Kabupaten Seram Bagian Barat, untuk mengawal kompetensi mutu pendidikan melalui jalur diklat dan pelatihan guru di Seram Bagian Barat, dan Juga Kabupaten Seram Bagian Timur, termasuk Kabupaten Buru yang kami datangi sendiri untuk menggerakkan para guru pelatih agar menggelar berbagai pelatihan mandiri dan terbimbing.
Alumni alumni pelatihan IGI kami dari beberapa guru juga hadir dalam acara ini mereka tentu akan bersaksi bahwa Bagaimana geliat IGI secara mandiri mampu menggerakkan kompetensi kreativitas inovasi pembelajaran seiring perkembangan zaman di era digital yang kita kenal dengan era industri 4.0.
Tak lupa guru IGI Maluku terlibat aktif dalam beragai kegiatan kemanusiaan bermitra dengan berbagai lembaga kemanusiaan dan berhasil menggelar TOT Tanggap Bencana dan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Lembaga pendidikan dan warga korban bencana alam, termasuk mengusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk memasukan kurikulum kebencanaan ke dalam muataan lokal.
Hasil-hasil diklat, workshop dan berbagai aktivitas guru IGI yang kami gelar secara mandiri telah mempublikasi dan melahirkan beberapa guru guru berprestasi terutama di Kota Ambon bahkan sampai mencapai prestasi yang memuaskan yakni menjuarai kompetisi lokal dan beberapa kompetensi Nasional.
Terakhir salah satu guru kami dari Kota Ambon menjuarai Lomba Karya guru berprestasi untuk komik pembelajaran dengan prestasi Juara III nasional Komik Pembelajaran yang nantinya karya komik tersebut akan digunakan sebagai pendamping buku utama pembelajaran oleh PuskurBuknas yang dipakai di seluruh Indonesia.
Bahkan dalam beberapa waktu ke depan pelatih guru IGI Maluku sudah dalam MoU untuk diundang ke luar provinsi oleh dinas pendidikan setempat untuk melatih ratusan guru di Provinsi Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Kabupaten Kota Se Maluku.
Salah satu prestasi yang cukup membanggakan bahwa kader-kader yang dilahirkan lewat pelatihan dan kanal pelatihan IGI mampu melahirkan guru-guru pelatih berbasis literasi digital yang dibutuhkan saat ini sebagai guru penggerak, merdeka belajar.
4 bulan lalu kami juga mengirimkan 8 guru berprestasi Kota Ambon dan Maluku Tengah secara mandiri, untuk mengikuti lomba karya guru inovatif yang diselenggarakan oleh CSR Samsung dengan beberapa produk karya unggulannya mereka juga menerima karya Anugerah Guru Indonesia atas usaha mereka dalam inovasi pembelajaran.
Terakir salah satu guru IGI Maluku kami, berhasil lulus sebagai penerima program Beasiswa Doktoral Luar Negeri untuk tujuan salah satu kampus ternama di Amerika, dengan membawa isu dalam riset awal tentang Teacher Union atau organisasi guru profesional.
Tentu semua yang IGI Maluku lakukan ini minim publikasi di level nasional dan ini belum terbaca karena minimnya pemberitaan media.
Kebutuhan akan publikasi untuk menjembatani pelatihan dan informasi pendidikan kepada publik utamanya kepada guru dan siswa juga termasuk orangtua serta pemerintah daerah juga penting agar publik mendapat informasi yang jelas tentang gerakan ini.
Maka kami berinisiatif dengan segala sumber daya yang ada pada IGI Maluku meluncurkan channel siaran TV digital yang Kami beri nama DTV atau digital tv yang menyiarkan saluran khusus pendidikan di Maluku, via channel YouTube dan sosial media lainnya.
Gayungpun bersambut, peluncuran channel siaran DTV IGI Maluku diluncurkan langsung oleh Setda Seram Bagian Barat yang mewakili Bupati Seram Bagian Barat sekaligus menandai dimulainya kerjasama antara pemerintah daerah kabupaten Seram Bagian Barat dengan IGI Maluku dalam peningkatan mutu guru.
Siaran TV ini juga akan memfasilitasi berbagai kegiatan oleh komunitas guru, pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan untuk menyiarkan berbagai informasi dan kabar tentang pendidikan dan kebudayaan di daerah sehingga mampu menjembatani dan menjadi sumber referensi utama di bidang pendidikan dan budaya lokal Maluku.
Dasar Pikiran ini juga kami ambil sebagai jalan tengah untuk mengurangi ketergantungan akan siaran-siaran negatif yang bertebaran di internet dan sulit menjadi rujukan utama di bidang pendidikan bagi para guru siswa orang tua yang menggunakan sosial media dan internet sebagai rujukan utama.
Mungkin inilah satu-satunya channel TV digital untuk komunitas pendidikan pertama di Maluku yang akan menjadi sumber inspirasi dan literasi digital bagi seluruh guru siswa dan orangtua utamanya pemerintah daerah yang dibangun secara mandiri.
Semangat teman-teman Ikatan Guru Indonesia untuk terus menggenjot kualitas guru di daerah terutama di beberapa kabupaten kota masih terus menerus berlangsung hingga hari ini.
Hingga kami beberapa guru pelatih IGI Maluku selalu memanfaatkan akhir pekan untuk terus mendatangi kabupaten kota di Maluku dengan biaya sendiri untuk terus melatih para guru agar keluar dari kemelut rendahnya kualitas guru di Maluku, kami sangat minder dan kecewa jika dalam pertemuan-pertemuan Nasional selalu yang disinggung mutu guru Maluku sementara sebenarnya organisasi guru penggerak seperti IGI Maluku punya potensi dan bisa berbuat lebih untuk ikut membenahi tidak saja pemerintah daerah.
IGI Maluku juga tidak menutup mata terhadap berbagai permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan utamanya pada masalah guru distribusi guru perekrutan guru dan yang terakhir adalah pengangkatan tenaga guru honorer.
Jumlah guru di Maluku terakhir sebagaimana yang tercantum dalam Dapodik sejumlah 31.000 guru setengahnya adalah guru honor yang perlu mendapat perhatian juga dari pemerintah daerah utamanya para legislator yang berpeluang memperjuangkan nasib guru.
Terakhir adalah menggugat pemerintah daerah dan pemerintah pusat memperjuangkan nasib guru agar sejumlah tenaga honorer ditingkatkan kesejahteraannya dan diangkat martabatnya sebagai mana profesi yang lain.
Ibu Kadis Pendidikan para hadirin dan para undangan yang kami banggakan
Terselenggaranya acara hari ini adalah kerjasama ikatan guru Indonesia provinsi Maluku dengan badan sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia atas inisiasi salah satu perwakilan anggota DPR RI dapil Maluku Ibu Sadiah Uluputty, ST. yang juga hadir saat ini, Semenjak beliau masih menjabat anggota DPRD provinsi Maluku ketua Komis D bidang pendidikan, dan atas penilaian internal kemudian PP IGI pusat memberikan penghargaan anugerah pendidikan Indonesia 2018 sebagai tokoh yang memperjuangkan pendidikan di Maluku jauh sebelum beliau dicalonkan menjadi anggota DPR RI.
Oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada beliau yang sudah datang dalam acara ini dan menyemangati Kami para guru di Maluku sekaligus memberikan materi positif dan berbagi informasi tentang perjuangan beliau di tingkat nasional untuk menyelamatkan nasib para guru di Maluku.
Hadir juga dalam forum ini para pimpinan perguruan tinggi Para Kepala Dinas Pendidikan provinsi Kota Ambon yang sekiranya mampu menjalin kolaborasi kemitraan untuk mendongkrak kualitas guru dan calon guru di Maluku.
Semoga pertemuan ini cikal bakal bangkitnya pendidikan di Maluku dan memperkuat nasionalisme di bawah Pancasila dan undang-undang Dasar 45.
.............
Tulisan ini disadur kembali dari bahan Laporan pelaksanaan Seminar Nasional 4 Pilar Kebangsaan dan Merdeka Belajar.
............
Ambon, 6 Maret 2020
Ode Abdurrachman
IGI Maluku
0 Komentar