Corona Memaksa Guru dan Siswa Belajar dari Rumah

Gambar mungkin berisi: 15 orang, termasuk Frida Oke

Antisipasi makin merebaknya virus Covid 19 atau wabah Corona, melalui protokol resminya pemerintah sudah menghimbau kepada para pekerja kantoran di bidang pemerintahan dan swasta untuk bekerja dari rumah. perintah ini juga menyasar profesi guru dan dosen.

Instruksi yang awalnya hanya diwajibkan bagis siwa itu kini juga menjadi komando yang harus dipatuhi. Tak tanggung-tanggung bahkan mentri pendidikan mas Nadhiem pun harus bersuara kencang untuk memaksa guru harus meninggalkan ruang-ruang pembelajaran tatap muka dan beralih ke pembelajaran daring.

Protes memang bermunculan sebelumnya di laman media sosial dari para guru sekaligus netizen di berbagai tempat yang dengan gaya masing-masing di antaranya membuat parodi guru mengajar tanpa siswa di ruang kelas kosong, tanda protes ke pemerintah, karena tidak adil meliburkan siswa, sementara gurunya tidak diluburkan.

Kini muncul persoalan baru bagi guru dan para pengajar termasuk dosen bahwa bagaimana mengajar tanpa tatap muka, sementara peserta didik dan juga mahasiswa harus tetap mengikuti pelajaran atau belajar yang dikontrol meski di rumah.

Sementara penetapan libur antisipasi merebaknya serangan wabah corona sepertinya akan bertambah lama,  pasalnya setelah diumumkan libur 14 hari atau dua minggu, kini berpeluang bertambah hingga selesai lebaran, bisa jadi mereka yang saat ini ada di semester ke dua tahun pelajaran akan naik kelas atau berpindah semester tanpa pembelajaran dan asessmen alias penilaian.

IGI Hadir Memberi Solusi

Seminggu sebelum ditetapkan libur secara nasional. ketika indikasi virus ini akan masuk ke Indonesia, dan terbacanya Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Dalam Pemantauan (ODP dan PDP) di provinsi Maluku, di internal IGI Maluku sudah mendiskusikan jika suatu saat nanti isolasi akibat menyebarnya Corona ini jadi diberlakukan maka, para guru-guru kita di Maluku harus dibimbing apapun caranya, bahkan tim kecil IGI sudah mempersiapkan Klinik Pembelajaran sebagai Satuan Tanggap Darurat Pembelajaran yang akan selalu mengarahkan dan membimbing para guru untuk memfasilitasi pengetahuan dan praktik bagaimana agar guru tetap terjadwal dan mengajar meski tak harus bertatap muka. dan Model pembejarannya adalah Blended Learning sebagai alternatif tetap mempadupadankan pembelajaran tatap muka dan daring (dalam jaringan).

Satuan Tanggap Darurat Pembelajaran ini menggiring para guru terutama guru Maluku ke pengetahuan baru tentang bagaimana pembelajaran daring yang dulu di kenal pembelajaran online itu berlangsung. Maka di hari pertama pengumuman nasional anjuran libur bagi siswa, IGI Maluku sudah menyebarkan panduan singkat bagaimana harus membimbing para siswa secara daring dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, terutama memanfaatkan gawai atau smartphone android untuk pembelajaran,  meski tidak harus bertemu langsung seperti dalam panduan berikut ini silahkan di KLIK.



Sebuah channel Digital TV IGI Maluku sebenarnya mempersiakan sebuah program diskusi live bertajuk BACARITA (Bincang Literasi Digital) yang diprogram untuk membahas masalah-masalah pembelajaran terutama solusi pembelajaran alternatif jika keadaan wabah ini meluas, channel ini akan hadir membincangkan tetang kesiapan para guru dan pengajar atau yang bergerak di dunia pendidikan mengikuti saran-saran yang disajikan untuk mengatasi problema ketika awal, proses hingga akhir pembelajaran jarak jauh berlangsung.

Sayangnya karena beberapa kendala teknis siaran ini terus tertunda, karena para narasumber internal IGI terus menerus melatih para guru lain di kelas-kelas pembelajaran daring untuk melatih para guru Maluku dan Ambon mempersiapkan menghadapi siswa masing-masing, dan untuk mempersingkat waktu dan efektif dibuatlah video-video tutorial pendek untuk bisa menjalankan secara teknis bagaimana pembelajaran dari itu berlangsung.

IGI dan Pembelajaran Daring

Sejak dideklarasinya IGI Maluku, hingga saat ini, program utama Ikatan Guru Indonesia ( IGI  ) Maluku, memang fokus pada peningkatan mutu guru. termasuk mengupgrade pegetahuan anggotanya akan penguasaan pembelajaran berteknologi terkini. Sehingga IGI dari awal-awal program IGI Pun sudah banyak bermunculan program yang dekat dengan penguasaan teknologi. katakan saja gerakan IGI Nasional tentang SAGUSATAB (Satu Guru Satu Tablet) 4 tahun lalu, IGI sudah memperkenalkan bagaimana guru juga harus melek teknologi bahkan harus memanfaatkan gawai khusus android yang dijadikan media untuk mempermudah proses pembelajaran di kelas.

Kenapa harus android, karena androidlah yang kini dipakai jutaan orang di Indonesia dan hampir semua siswa dan guru memilikinya, jika siswa tidak menggunakannya paling tidak orang tua menggunakannya.

Pemanfaatan Android dalam pembelajaran bagi para guru IGI bukan barang baru, sebab berbagai kanal pelatihan guru IGI di kepengurusan pusat hingga daerah selalu berdampingan dengan media android, dari membuat pretes, media dalam proses pembelajuaran hingga evaluasi penilaian para guru IGI mudah menguasainya.

Sebenarnya pengetahuan akan pemanfaataan media gawai android ini cukup terbuka dan bisa dipelajari siapa saja terutama guru juga dosen, hanya saja karena minimnya waktu dan sedikitnya pelatihan yang diikuti para guru, sehingga pengetahuan tambahan seperti ini jarang di hadiri oleh guru-guru umum. Kita berharap di masa-masa karantina guru di rumah ini bisa terus menaikan pengalaman belajar mereka sehingga berpeluang diterapkan di masa-masa normal melalui daring juga.

Alhasil ratusan guru yang mendatangi diklat, pelatihan dan workshop IGI Maluku yang kerap digelar dengan bernunsa teknologi oleh IGI Maluku, terbukti bermanfaat dan sudah membimbing banyak guru umum dan para dosen di perguruan tinggi Maluku, sehingga tidak ragu lagi dan mampu bahkan lebih kreatif mempersiapkannya proses pembelajarannya secara dinamis, mengarah kepada teknologi pembelajaran terkni.

Padahal pelatihan-pelatihan IGI tatap muka ini tidak membatasi interaksi atau memilih-milih kepada  siapa dan darimana saja  untuk dilatih dan bisa bergabung, hanya saja memang ada penggolongan antara guru anggota IGI dan non IGI dikarenakan dengan branding IGI kiranya para guru akan mendapat berbagai kelebihan.

Semoga upaya IGI Maluku ini bisa membantu kegelisahan para guru utamanya guru di Maluku akan pilihan solusi alternatif pembelajaran daring ke arah yang lebih baik...


Opini Akhir Pekan

Ambon, 22 Maret 2020

IGI Maluku



0 Komentar