Belajar dan Kuliah di Rumah Saja



Belajar dan kuliah #dirumahaja

Strategi pembelajaran yang bagaimana yang menjadi alternatif dan solusi diterapkan selama masa isolasi? #dirumahaja.

1. Saya menjalankan kuliah/pembelajaran daring (online) hanya dengan penyampaian materi, diskusi ringan dan tidak banyak membahas materi khusus, hanya penyampaian materi pandangan umum tentang indikator2 gejolak sosial yang terjadi di sekitar kita saat ini. Mengikuti protokol perkuliahan covid19, tidak mengerjakan hal2 yang membutuhkan ruang dan interaksi yang melibatkan banyak orang.

2. Medianya video conference (VC) dengan perangkat zmZoom MC, sebagai alternatif (aplikasi lain banyak akan dibahas dalam tulisan lain) untuk membangun kedekatan emosional antara saya dan mahasiswa, absensi berjalan dengan classDojo (app android) meski di awal pertemuan wajib absensi tetapi akan direkap pada app, awalnya app ini untuk menjalankan survey karakter mahasiswa.

3. Model pembelajaran, blended learning, tatap muka rata-rata sudah berjalan 30% harusnya bisa maksimal hingga 70%, (berhenti karna protokol covid19) lainnya via daring di samping itu media lain yang digunakan adalah sejumlah software editing berbasis android, seperti az screen, dan kine master pro.

4. Aktivitas perkuliahan berlanjut sebagaimana disain merdeka belajar (kuliah merdeka) indoor dan outdoor, dengan metode 4C, skenario perkuliahan collaborative, communication, critichal thinking dan creative.
5. Penilaian akhir akan didisain dengan perangkat freeware android from quizizz selain karna bisa menyajikan data hasil analisis penilaian juga yang utama bisa dikerjakan kapanpun (homework) tanpa harus dipantau.

Anda tidak perlu mengikuti langkah ini karna ini hanya portofolio ideal. Tapi hingga kini terlaksana di masa potensi isolasi karna sejak gerakan literasi digital digerakkan oleh IGI Maluku kemampuan ini sudah disiapkan sejak 5 tahun lalu.

Pertanyaannya adalah, apakah guru-guru IGI dan pelatih-pelatih gurunya jago-jago IT?
Klo anda dengar itu tidak perlu minder, istilah IT itu bagi saya alat bantu atau media, harusnya dilengkapi dengan C yaitu communication atau komunikasi, sebab ITC/TIK bukan segalanya, yang utama adalah guru atau orangnya, menjadi guru inspiratif dan bisa menggerakkan.

Di IGI semua belajar pengajar, guru dan pelatih guru adalah pembelajar, tidak berhenti belajar, kami bisa karena biasa. Tidak berhenti berbagi, memang ada istilah 'Guru IGI luar biasa' tapi itu mungkin 'karena biasa di luar'

PakOde

IGI Maluku.

0 Komentar