Tulisan ini harusnya terbit di akhir tahun lalu ketika masih beraktivitas di pulau Buru, bagian ke dua dari 4 bagian tulisan Blog yang belum tampil, membahas Internet Marketing.
- Peluang manfaatkan liburan akhir tahun, jelas semua telah libur. Hanya ad pekerjaan tersisa yang belum terkejar, menengok ladang 'emas hijau' yang beberapa waktu lalu dipercayakan untuk dikelola.
Ladang mimpi tepatnya, tempat mendulang harapan yang tidak kentara,
Tempat berbagai produk nyata dipajang seakan nyata, dipasarkan dan diperjualbelikan, tanpa harus menguras energi berlebih.
Saya menyebutnya peternakan Jin. Bukan jin sesungguhnya, ini hanya istilah. Karna tidak terlihat tapi hasilnya nyata. Bisnis perantara. Di dunia nyata sering saya pakai istilah marketing. 'makelar is everythings'.
Saya bukan pedagang, tapi sering memotivasi kawan dan teman untuk berdagang, atau berwirausaha, tentu harus dibuktikan keberhasilannya, bagaimana mungkin mengajarkan 'marketing' tanpa pernah terbukti hasilnya.
Dunia marketing online bukan barang baru, sejak lama saya geluti ketika mencoba-coba membuka jalan produk unggulan lokal ke mancanegara sejak 2007, bergabung di dunia pelatihan 'internet global summit' tapi tidak banyak yang berhasil, baru sempat berhasil di 2015 lalu ketika produk lokal bisa tembus di pasar Eropa, tepatnya di Frankfrut. Jerman.
Sayangnya minim pengetahuan dan keilmuan produk, konten ekspor yang kami usahakan mengalami reject dan harus dikembalikan. Kerugianpun tak terelakkan, sempat jeda beberapa saat, 2 tahun belakangan kembali memulai lagi, saya dan mitra pun kolaps.
Bersama holding company dengan kawan membawa produk unggulan lokal hadir mewarnai produk nasional yang kini sudah merajai. Bersyukur produk kami masih unggul karena tak ada saingan, kini dengan sertifikasi mutu tertentu bisa beralih ke India dan Arab Saudi.
Hebat dong, ah tidak juga itu kan tulisan saja, anda pun bisa menulis bebas kan? Lagian buat apa anda percaya, ini cuma latihan menulis.
Sebagian dari dana inilah yang membiayai operasional kegiatan jelan-jalan saya menemui para guru di pelosok untuk memerdekakan mereka dalam belajar.
Saya bukan orang pertama, sejatinya sungkan menyebutnya. Yang namanya hobi, tak akan ternilai dengan materi, jadi ada pandangan bahwa jalan-jalan karna banyak tiket gratis, bukan sperti itu, tapi karena mau berbagi, ini ide gila, lebih gila lagi anda punya kesempatan tapi masih berdiam diri. Semakin berbagi semakin datang kesempatan meraih mimpi.
*****
Ini sejatinya milik kawan dan tanggungjawab saya sekedar menengok dan jika ad hasilnya boleh dipanen dan 'dilempar' ke pasaran.
Hambatan setiap pengusaha yang merintis usaha dari awal adalah permodalan, tapi di era kini, modal usaha tidak sesulit dulu, sebab sudah pasti harus menyiapkan berbagai administrasi dan tentu harus ada usaha awal untuk meyakinkan kreditur agar dibiayai.
Kekuatan bisnis sejatinya tidak harus modal materi yang utama tapi lebih pada portofolio dan pengalaman. Modal usaha bisa saja diperoleh melalui pinjaman bank dan sejenisnya tapi siap-siap dililit bunga dan pengembalian yang jika manajemen nya tidak terkontrol akan kolaps lebih cepat bahkan bisa gulung tikar.
Di era industri, kemasan harus lebih utama ketimbang konten, meski demikian konten atau isi harus terpercaya dan bermutu, inovasi dan kreasi akan menjadi produk yang unggul jika direkomendasi komunitas dan ahli. Maka produk yang baik harus tampil 'meracuni' pikiran orang bahwa produk kita adalah beda dan unik agar bisa bersaing dengan yang lain.
Tantantangannya saat ini adalah menjamurnya e-commerce, penjualan online dengan seabrek pernak-pernik kemasan yang unik dan tampil di laman media iklan yang utama. Kita dengan mudah diinvasi produk murah dan unik dari luar negeri karena diproduksi dalam skala besar. Minim biaya pengiriman dan dicitrakan seakan-akan paling banyak dicari dan dibutuhkan. Itulah kerja media dan iklan, tentu akan sepadan dengan hasil yang diharapkan.
Tentu dari peluang, kekuatan tantangan dan hambatan (swot) di dunia nyata akan banyak persaingan yang bisa terlihat, namun pangsa pasar baru di dunia maya, menjadi ladang baru bagi industri kreator inovatif bisa mendulang laba yang tidak tampak juga.
Semoga ikhtiar yang diawali impian bisa berjalan konsisten di tengah maraknya pilihan berusaha dan berbisnis. Tapi yang pasti segala usaha selalu penuh resiko. Hanya mereka yang tidak berhenti belajar dan bertahan dari terpaan badai dan bersabar untuk menikmati hasil dari semua ini. Semoga saya dan tim kecil marketing ini bisa berjalan hingga akhir.
Pak Ode, Januari 2020
Kampung Digital

0 Komentar