Kepala Kantor Bahasa Maluku, diusulkan Masuk Nominator Award Anugerah Pendidkan Indonesia (API) 2019.

Hasil gambar untuk asrif kepala kantor bahasa

Adalah tokoh pegiat literasi Maluku dari kalangan professional yang sangat mendukung gerakan literasi dan kuekeh mengembangkan literasi budaya.Dialah kepala kantor Bahasa Maluku, Dr. Asrif, M. Hum.  Sosok cerdas dan ramah serta pernuh energik ini mampu membangun dan menghidupkan kembali simpul-simpul komunitas pegiat literasi yang sebelumnya tidak muncul di permukaan kini bergairah kembali.

Ditemui disela-sela kesibukannya sebagai kepala kantor bahasa Maluku (12/09/19), Media IGI Maluku berkesempatan berdiskusi di ruang kerjanya terkait program-program yang sudah dan akan diagendakan oleh kantor bahasa Maluku baik jangka pendek, menengah dan program kedepan yang akan melibatkan berbagai stakeholder di 11 kabupaten kota Maluku. Pada kesempatan ini juga perwakilan IGI Maluku menyampaikan kabar gembira bahwa beliau termasuk salah satu yang diusulkan IGI Maluku sebagai salah satu nominator award penghargaan Anugerah Pendidkan Indonesia 2019 oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat.

Tanggapannya cukup apresiatif dan berterima kasih atas penilaian ini, namun beliau merendah dan mengungkapkan bahwa penghargaan ini bukanlah prestasi priadi semata, namun lebih pada hasil kerja kolektif semua pihak yang berkontribusi kepada kantor bahasa Maluku. "Masuknya saya sebagai nominator API sejatinya adalah hasil kinerja klektif Kantor bahasam dan kebetulan saya yang memimpinnya, namun kami menganggap ini adalah bagian dari citra positif dan motivasi bagi lembaga kantor bahasa Maluku untuk terus mengembangkan aspek kebahasaan melaui pendidikan dan kebudayaan di Maluku.  Bahwa geliat kinerja kami direspon positif oleh IGI sebagai gudangnya guru kreatif dan inovatif, adalah prestasi dan motivasi kolektif kantor bahasa Maluku, kita juga tahu bahwa IGI memiliki berbagai terobosan menarik bagi pengembangan mutu guru khsusunya di Maluku, kami pun kantor bahasa Maluku dan saya pribadi yang mengembang amanah memimpin kantor bahasa Maluku siap berkolaborsi dalam program-program yang berbasis penguatan literasi, khususnya literasi budaya termasuk literasi dasar", ungkapnya.

Ketua IGI Maluku, Ode Abdurrachman  di tempat terpisah mengkonfirmasi bahwa diusulkannya kepala kantor bahasa Maluku, dikarenakan beliau punya semangat sama untuk menggerakan program literasi  khusunya literasi digital, namun masuknya nama beliau atas usulan IGI Maluku bukan semata-mata penilaian personal tetapi atas dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dalam hal ini publik pegiat literasi di Maluku, yang melihat sosok energi penuh semangat ini sejak memimpin kantor bahasa Maluku, banyak memberikan terobosan-terobosan di bidang inovasi literasi.

Lanjut Ode, IGI Maluku memiliki catatan tersendiri atas prestasi dan kinerja kepala kantor bahasa Maluku, Oleh karena itu inisatif beliau yang membuka dengan luas komunikasi intens dengan berbagai komunitas literasi dan budaya bahkan hingga aparatur pemerintah baik sipil maupun militer melalui berbagai program pelestarian bahasa dan budaya Maluku sangat bisa dirasakan manfaatnya hingga kini. Inisiatifnya merawat bahasa lokal Maluku menjadi kamus bahasa Maluku Online (daring) kini mendapat apresiasi yang luar biasa oleh pemerintah pusat.

Bebagai cerita rakyat Maluku yang awalnya disebarkan melalui budaya oral atau dari mulut ke mulut kini mulai dibukukan dan masuk dalam berbagai karya ontologi cerita rakyat yang dibukukan oleh kantor bahasa atas inisiatifnya, berbagai bengkel musikalisasi puisi kini mulai giat menggelar berbagai program dengan keterlibatan kantor bahasa,  keinginan kuatnya untuk menghidupi kembali berbagai Taman Baca Masyarakat di desa-desa hingga menstimulai kader-kader duta baca yang sebelumnya tidak tertata kini terlihat mulai giat terprogram atas motivasinya.

"Kondisi Maluku tentu spesialis sebab tidak sama dengan derah lain, niat kuat yang paling utama adalah bagaimana literasi dasar baca tulis dulu yang utama, kita bicara literasi digital tapi melupakan literasi dasar karena temuan kantor bahasa Maluku masih rendah daya baca dan tulis di kalangan masyarakat" ini menjadi tugas utama kantor bahasa Maluku untuk menggenjot Maluku dari rendahnya liteasi dasar", ungkap Dr. Asrif di sela-sela pertemuan dengan media IGI Maluku.

Semangat utama dan inovasi inilah yang menjadikan lulusan terbaik fakultas sastra Universitas Indonesia ini masuk dalam nominator penerima Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2019 yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) 2019 bersamaan dengan perhelatan pameran dan konferensi pendidikan terbesar se ASEAN GESS 2019 di arena JCC Jakarta 20 September 2019.

Pagelaran award Anugerah Pendidkan Indonesia (API) 2019, diberikan kepada para tokoh nasional hingga daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota, tokoh birokrat, Politisi, profesional, akademisi, dan tokoh masarakat yang mulai dan sudah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dengan berkolaborasi dengan program-program Ikatan Guru Indonesia (IGI) termasuk gerakan literasi yang menjadi program nasional IGI pusat hingga daerah. (Media IGI).



0 Komentar